Mei 11, 2010

pedang mata dua milik kalbe farma

Posted in pharmacy industry tagged pada 1:08 pm oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 10 Mei 2010
Oleh: Siti Nurainsyah Dewi & Arif Gunawan

Nilai Kas PT. Kalbe Farma Tbk yagn cukup besar, melampaui RP. 1 triliun, bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, pemodal mengharapkan emiten membagikan deviden dari kelebihan kas tersebut. Di sisi lain, posisi kas yang besar membuka peluang merger ataupun akuisisi.

Manajemen senior Kalbe menemui 20 pengelola dana di Kuala Lumpur dan Hong Kong dalam lawatan non deal dengan PT> CIMB Securities Indonesia pada awal Maret. Analisis CIMB Securities Lydia Toisuta menilai secara umum respons dari temu pemodal itu positif, menyusul portfolio Kalbe yang kuat, pertumbuhan yang stabil dan manajemen biaya yang hati – hati.

Namun, kekhawatiran utama pemodal terletak pada besarnya posisi kas perseroan. Sekuritas itu menilai dana itu lebih baik digunakan untuk merger atau akuisisi, tetapi pada saat yang sama manajemen Kalbe berniat untuk menggenjot rasio pembayaran deviden menjadi 35% pada 2012 dari saat ini sebesar 25%.

Laporan keuangan audit 2009 menunjukkan laba bersih persaham Kalbe tumbuh 35%. Produsen farmasi terbesar nasional ini menaregetkan pertumbuhan sebesar 25% – 30% pada 2010. Namun, CIMB Securities memperkirakan pertumbuhannya bakal mencapai 32%. Pertumbuhan laba yagn tinggi dibarengi dengan belanja modal rendah yang stabil membuahkan posisi kas yang besar.

Tingkat kas optimal Kalbe diperkirakan mencapai Rp 1 triliun, terdiri dari neraca impor bahan baku dalam dolar AS, modal kerja Rp. 250 milyar dan belanja modal minimal Rp 300 milliar.

Dengan asumsi laba bersih tumbuh sama besar dengan saat ini (35%), kelebihan ka situ dapat dibagikan sebagai deviden atau malah untuk aksi merger maupun akuisisi. Berdasarkan asumsi rasio pembayaran dividen dinaikkan menjadi 35%, maka imbal hasil dividen hendaknya naik dari kisaran 1% menjadi 3%.

Sementara itu,untuk aksi merger dan akuisisi, manajemen Kalbe pun menyatakan sedang mempertimbangkannya. Tiga area yang dibidik yaitu produk kesehatan, perangkat medis dan obat bermerek dengan nilai akuisisi tidka lebih dari RP. 1 triliun.

Perhatian utama perusahaan adalah dilusi laba bersih. Pasalnya, kebanyakan target akuisisi tersebut mempunyai rasio harga dibandingkan dengan laba per saham (price to earning ration /PER) sebesar 20 kali.

Akses Pendanaan

Akses terhadap pendanaan bukan masalha mengingat posisi kas yang tinggi, rasio utang disbanding modal yagn rendah dan tersedianya saham tresuri. Lydia berasumsi jika nilai mergerdan akuisisi itu kurang dari Rp. 500 milyar, Kalbe dapat menggunakan kas internal.

Namun jika nilainya melebihi itu, perseroan dapat mencari utang atau menjual saham tresuri, yang kini berjumlah 7,7% dari total saham yang dikeluarkan, diperkirakan bernilai Rp. 687 miliar.

“Itu dengan asumsi merger dan akuisisi berada dalam rentang periode saham tresuri harus dikeluarkan. Kalbe mempertimbangkan untuk pembatalan penjualan saham tresuri jika tidak ada aksi korporasi hingga 12 Agustus”, papar Lydia dalam risetnya yagn terbit 8 Maret 2010.

Menurut dia, ini akan menjadi kasus terbaik bagi saham tresuri, mendongkrak level kepemilikan saat ini.

Secara terpisah, analis PT. Credit Suisse Securities Indonesia Teddy Oetomo menilai ketergantungan pada bahan baku obat impor membuat struktur keuangan Kalbe sangat dipengaruhi oelh nilai tukar rupiah.

Akibatnya, kenaikan kurs rupiah sepanjang tahun lalu memperkuat margin emiten farmasi tersebut, mendongkrak kinerja per 31 Desember 2009 hingga melampaui ekspektasi. Perseroan membukukkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp. 929 miliar, tumbuh 31,55%.

KInerja positif tersebut berlanjut hingga kuartal I/2010 dengan pertumbuhan laba bersih 20.4% secara tahunan menjadi Rp 256 miliar, atau setara dengan 24% estimasi broker asing tersebut untuk akhir 2010 dan 23% proyeksi consensus

Laba operasional naik 23.5% secara tahunan menjadi Rp 387 miliar, dengan divisi distribusi dan obat resep menjadi kunci pertumbuhan penjualan masing masing 21% dan 19%

“Kami yakin kuatnya kinerja kuartal I/2010 tersebut ditopang penguatan kurs rupiah. Berdasarkan laporan kami sebelumnya pada 30 Maret, terlihat harga saham Kalbe menunjukkan korelasi sebesar 70% terhadap kurs rupiah,” tuturnya dalam laporan riset per 29 April.

Hasil analisis Credit Suisse menunjukkan laba Kalbe Farma terindikasi menguat 1% untuk setiap 1% kenaikan kurs rupiah. Perusahaan sekuritas asing tersebut memproyeksikan kurs rupiah pada 2010 berada pada level Rp. 9,400 atau lebih tinggi dari posisi Rp. 9,073 sekarang.

Dengan melihat pertumbuhan Kalbe Farma per kuartal I yang kuat, saham perseroan saat ini ditransaksikan dengan valuasi yagn menarik.

Saham tersebut berada di posisi akhir kenaikan dari kisaran transaksi historis, dengan PER 2010 lebih tinggi dari perusahaan sejenis.

“Kami mempertahankan peringkat netral dan target harga Rp. 1,870 per saham untuk KLBF, terkait dengan valuasi yang menarik. Kami yakin pemeringkatan ulang saham KLBF telah selesai”, ujarnya.

Target harga saham tersebut, lanjutnya, berdasrkan pada PER 17,5 kali pada 2010, dari proyeksi sebelumnya 13 kali, sejalan dengna target PER Bursa Indonesia.

Peringkat netral dipertahankan karena saham KLBF ditransaksikan sebanding dengan PER perusahaan sejenis di tingkat local, dengan kisaran perdagangan historis terakhir lebih tinggi.

Kenaikan target harga dari Rp 1,300 menjadi Rp 1,870 itu dilakukan berdasarkan dua pertimbangna yakni estimasi kenaikan laba dan pemeringkatan ulang pasar Indonesia, Credit Suisse memperkirakan laba Kalbe Farma untuk 2010 – 2011 akan menguat 7% – 11%

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: