April 27, 2010

indofarma tingkatkan produksi obat generik

Posted in pharmacy industry tagged , pada 2:57 pm oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 7 April 2010
Oleh: Afriyanto.

PT. Indofarma Tbk akan meningkatkan kapasitas produksi obat generic menjadi senilai Rp. 600 milyar lebih pada tahun ini, meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu senilai Rp. 400 milyar

Presdir PT. Indofarma Tbk P. Sudibyo mengatakan peningkatan kapasitas produksi tersebut untuk mendukung program pemerintah meningkatkan penggunaan obat generic di instansi kesehatan, seperti klinik, puskesmas,d an rumah sakit milik pemerintah.

“Tahun ini kami akan segera memproduksi obat generic setara degnan Rp. 600 milyar, menigkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp. 400 milyar,” ujarnya seusai penandatanganan kerjasama pemasaran obatjantung nitroglycerin patch transdermal system dengan PT. 3 M Indonesia kemarin.

Dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut, kata Sudibyo utilisasi parbrik Indofarma akan mencapai 85% dari kapasitas terpasang.

Tahun lalu Indofarma membukukan penjualan Rp. 1 triliun, termasuk Rp. 400 milyar dari penjualan produk obat generic. Adapun penjualan Rp 700 milyar lainnya berasal dari hasil penjualan anak perusahaan PT. Indofarma Global Medika (IGM)

Menurut Sudibyo selain menjalankan fungsi PSO (public service obligation) melalui penyediaan obat generic bagi masyarakat, BUMN farmasi tersebut juga berupaya mencari terobosan baru melalui kerjasama dengan pihak lain untuk menggarap bisnis diluar kompetensi Indofarma.

“Obat generik kan harganya sudah ditentukan pemerintah, jadi kami tidak bisa berbuat banyak. Untuk meningkatkan kinerja, kami harus mencari terobosan baru,” tuturnya.

Kerjasama

Salah satu terobosan itu yakni bekerja sama dengan PT. 3 M Indonesia untuk memasarkan produk nitroglycerin patch transdermal system bagi penderita penyakit jantung.

“Kami menargetkan penjualan (obat ini) senilai Rp. 4 milyar per tahun. Pasar obat sejenis nitroglycerin ini di Indonesia sekitar Rp. 7 milyar,” paparnya.

Produk yang diimpor dari Amerika Serikat tersebut kana dipasarkan mulai 2012, setelah mendapatkan izin registrasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Presdir PT. 3 M Indonesia Amit Laroya mengatakan pihaknya menunjuk Indofarma karena perusahaan publik ini sudah berpengalaman di bidang farmasi dan memiliki jaringan pemasaran yang cukup luas.

“Melalui kerjasama ini kami yakin produk itu akan sukses di pasaran sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Nitroglycerin patch transdermal system adalah obat jantung yagn dikembangkan oleh 3 M yagn berbasis di AS.

Produk ini diklaim memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih mudah dan praktis digunakan, yaitu cukup ditempelkan di dada atau lengan atas karena bentuk sediaannya adalah patch (ditempel).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: