April 27, 2010

harga obat generik bermerek akan diatur UU Obat

Posted in pharmacy industry tagged , pada 2:50 pm oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 20 April 2010
Oleh Afriyanto

Pemerintah menyusun draft pengendalian harga obat generic bermerek melalui Undang-Undang tentang Obat. Pengendalian akan dilakukan secara rasional dan tetap memperhatikan kesempatan industri farmasi untuk berkembang.

Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan (Binfar & Alkes) Kementerian Kesehatan Sri Indrawati mengatakan pemerintah masih mempunyai peluang untuk mengendalikan harga obat generik bermerek melalui beberapa opsi, salah satunya melalui UU Obat.

“Jika opsi tersebut terwujud berarti pengendalian harga obat generic sudha bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Pengendalian harga itu meliputi obat generic INN (international nonproprietary name) atau lebih popular dengan sebutan obat generic berlogo dan obat generic bermerek. Opsi lain untuk mengendalikan harga obat generic bermerek adalah memperluas jagnkauan asuransi kesehatan, seperti jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Selain itu memperbayak item obat generic dan mengevaluasi harga obat yagn tidak rasional. “Langkah tersebut harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sri menjelaskan pemerintah selama ini hanya bisa mengendalikan harga obat generic berlogo, seperti yang diamanatkan UU no 36 tahun 2009 tentangkesehatan.

Jumlah item obat generic berlogo yang telah diatur harganya berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) pada tahun ini mencapai 453 item. Adapun jumlah obat yang beredar di Indonesia saat ijni mencapai 13,000 item.

Untuk obat generic bermerek harganya belum bisa dikendalikan mengingat belum ada regulasi yang mengatur hal itu.

Kalau pun bisa diatur, hanay terbatas pada pasokan untuk kebutuhan di fasilitas kesehatan pemerintah. Jika obat generic INN tidak tersedia, fasilitas kesehatan pemerintah dapat menggunakan obat generic bermerek dengan harga maksimal tiga kali lipat harga obat generic berlogo.

Harga jual obat generic bermerek sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar, kecuali untuk kebutuhan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Kontroversi

Sri mengakui hal ini menimbulkan kontroversi di masyarakat, karena harga yagn ditetapkan produsen farmasi dinilai terlalu tinggi, bahkan mencapai 12 kali lipat dari harga obat generic berlogo. Padahal komponen dan zat aktif yang terkandung di dalamnya relatif sama

“Oleh karena itu, agar harga obat generic bermerek bisa lebih rasional, pemerintah masih punya peluang ujntuk megnendalikannya melalui UU Obat atau opsi lainnya,” paparnya.

Obat generik merupakan jenis obat yang telah habis masa patennya sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: