April 22, 2010

lisensi apoteker nakal bisa dicabut

Posted in pharmacy industry tagged pada 5:46 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia 14 April 2010
Oleh: Afriyanto

Ikatan Apoteker Indonesia akan menindak tegas apoteker yagn tidak menjalankan PP no 51/2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian secara benar.

“Kami akan beri sanksi kepada apoteker yagn masih nakal. Kalau perlu kami akan cabut lisensinya sebagai apoteker,” tegas Mohamad Dani Pratomo, Ketua Umum IAI, kemarin.

Dia menjelaskan IAI berupaya mendorong apoteker tampil kedepan memberikan pelayanan berupa pharmacy care kepada masyarakat.

Selain melindungi pasien, sambungnya, implementasi PP no. 51/2009 juga dapat memperluas penyebaran obat kepada masyarakat.

Dani mengakui selama ini pasien sering dicekoki erbagai macam obat tambahan yagn sebenarnya tidak terlalu berkaitan dengan penyakit yang mereka derita.

Hal ini mengakibatkan pengeluaran biaya kesehatan menjadi mubazir. Padahal jika obat yagn dikonsumsi sudah rasional dan sesuai dengan dosis, tambahan obat lain itu bisa digunakan oleh apsien lain yang membutuhkan. Dengan demikian penyebaran obat bisa lebih diperluas.

“50% biaya kesehatan di Indonesia selama ini dialokasikan untuk konsumsi obat. Nah melalui peningkatan kompetensi apoteker diharapkan dengan biaya yang sama jumlah masyarakat yang dapat mengkonsumsi obat, dapat lebih banyak”, ungkapnya.

Menurut Dani, terbitnya PP no 51/2009 diharapkan masyarakat lebih terlindungi dalam mengkonsumsi obat. PP tersebut dengan tegas menyebutkan bahwa praktek kefarmasian merupakan wewenang apoteker dan apoteker seharusnya menjadi pelindung bagi konsumen obat dari serbuan industrialisasi obat.

Dia mengungkapkan apoteker kini wajib berinteraksi langsung dengan pasien dan memberikan advis terhadap obat, baik dengan atau tanpa resep dokter.

Dengan cara itu, apoteker bisa mencegah pemberian obat yang tidak rasional kepada pasien.

Itu merupakan kesempatan,s ekaligus tantangan baru bagi apoteker dalam menjalankan profesinya secara benar dan bertanggung jawab.

1 Komentar »

  1. unknown said,

    kalau menurut saya sebagai mahasiswa farmasi dan anak dari seorang Apoteker, sebenarnya peraturan itu bagus, asalkan kami sebagai APA dari Apotek milik PSA mendapat gaji yang layak, masa udah jadi apoteker di apotek tapi gajinya tidak mencukupi untuk memberi makan anak dan istri, karena gaji kita dibawah UMR.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: