April 6, 2010

farmasi asing minta porsi saham hingga 100%

Posted in pharmacy industry tagged , pada 3:44 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia edisi 9 Maret 2010
Oleh Afriyanto

Perusahaan farmasi asing yang tergabung dalam Inernational Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) meminta pemerintah membuka sepenuhnya industri farmasi bagi investasi asing.

Menurut Direktur Eksekutif IPMG Parulian Simanjuntak, kepemilikan hingga 100% diperusahaan farmasi akan menarik lebih banyak perusahaan farmasi multinasional untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dia mengatakan usulan agar industri farmasi dikeluarkan dari daftar negative investasi (DNI) sebenarnya sudah disampaikan kepada pemerintah sejak penerbitan daftar DNI pada 2007. Saat itu investasi asing diperbolehkan menguasai saham maksimal 75%.

“Sekarang malah diturunkan lagi menjadi maksimal 67%. Jika draft DNI ini disetujui dan diteken presiden, akant erjadi stagnasi kegiatan investor asing di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan IPMG akan terus menegosiasikan masalah DNI tersebut kepada pemerintah, sebelum draft tersebut disetujui. Dia berharap kepemilikan saham asing di industri farmasi bisa dibuka hingga 100%.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan emngungkapkan pihaknya sedang menyusun draft revisi DNI terhadap lima sector industri, termasuk kesehatan (farmasi)

Dalam DNI terdahulu, kepemilikan asing di sector farmasi maksimal 75%, sedang dalam draft baru maksimal 67%. Sebaliknya, untuk bisnis rumah sakit, investasi asing justru diperbesar dari sebelumnya 49% menjadi maskimal 67%

Menurut Parulian, revisi DNi terhadap industrifarmasi dari 75% menjadi maksimal 67% tidak akan berdampak apa pun terhadap aktivitas investor asing di sector tersebut.

Dia berpendapat porsi kepemilikan saham 75% atau 67% nyaris tidak ada bedanya, terutama dalam hal kewenangan dan proses pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan. “Untuk apa direvisi kalau tidak ada dampaknya bagi investor asing,” tuturnya.

Partisipasi perusahaan asing di industri farmasi saat ini hanya 30% dalam hal nilai penjualan, sementara 70% masih dikuasai oleh perusahaan lokal.

Parulian mengatakan IPMG berpendapat sudah saatnya asing diberikan peluang lebih besar untuk menggarap pasar farmasi di dalam negeri, dan proteksi terhadap perusahaan lokal secara bertahap mulai dikurangi.

1 Komentar »

  1. nutri said,

    bagus,ngomong2 penulis farmasis,kah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: