April 1, 2010

investasi farmasi diperlonggar

Posted in pharmacy industry tagged , pada 4:18 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia edisi 31 Maret 2010
Oleh Yusuf Waluyo Jati

Bisnis berbasis ristek tak perlu bangun pabrik

Pemerintah akan memperlonggar persyaratan investasi bagi perusahaan farmasi berbasis riset (research based company) guna menarik lebih banyak investor asing menanamkan modalnya di Indonesia

Kebijakan baru tersebut sekaligus sebagai revisi atas Surat Keputusan menteri Kesehatan No. 245/Men.Kes/SK/V/1990 tertanggal 28 Mei 1990 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Industri Farmasi.
Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Sri Indrawati mengatakan aturan secara rinci masih digodok, atas substansinya adalah pelonggaran terhadap persyaratan investasi.
Dengan kebijakan baru itu, perusahaan farmasi berbasis riset tidak perlu harus investasi secara penuh melalui pembangunan pabrik, melainkan cukup dengan membangun lini produksi pendukung, seperti kemasan atau pelabelan.
“(Kebijakan baru) ini adalah jalan tengah yang paling pas menurut kami, dalam rangka menarik minat perusahaan farmasi berbasis riset untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Sri Indrawati kepada Bisnis, kemarin.
Sebab jika masih mengacu pada SK Menkes no 245/MenKes/SK/V/ 1990 mengatur tentang beberapa hal, diantaranya, pertama, perusahaan farmasi yang ingin membangun fasilitas produksi harus mendapat izin usaha industri dari Menteri Kesehatan.
Kedua, harus memenuhi syarat cara pembuatan obat yang baik (CPOB).
Ketiga, wajib menyampaikan laporan mengenai jumlah dan nilai produksi kepada Kepala Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) setiap 6 bulan sekali dan 1 tahun sekali.
Keempat, bersedia diperiksa oleh pemerintah menyangkut proses produksi dan penyaluran/distribusi produknya.

“membangun fasilitas produksi untuk perusahaan berbasis riset tentu membutuhkan investasi yang sangat besar. Itulah sebabnya pemerintah merevisi peraturan terdahulu agar perusahaan berbasis riset ini bisa berinvestasi secara terbatas,” tutur Sri.
Dia mengakui bahwa selama ini investasi di industri farmasi masih terbatas pada produksi obat generic yang tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Aktifitas PBF
Adapun bagi perusahaan berbasis riset yagn menghasilkan obat-obat paten, mereka cenderung hanya membuka perwakilan yang kegiatannya tak ubahnya seperti distributor atau pedagang besar farmasi (PBF)
Melalui peraturan baru tadi, pemerintah berharap PBF asing tersebut bisa ditingkatkan satatusnya menjadi industri.
Selain itu kebijakan tersebut nantinya akan sejalan dengan Permenkes No. 1010/2008 yang mengatur tentang registrasi obat. Kedua peraturan tersebut nantinya bahkan akan saling mengisi satu dengan lainnya.
Itulah sebabnya mengapa pemerintah berkukuh tidak akan mengubah atau merevisi Permenkes No.1010/2008 tersebut, meski sejumlah pelaku khususnya perusahaan farmasi asing mempermasalahkan peraturan itu.
Seperti diketahui Permenkes 1010/2008 menyebutkan bahwa registrasi obat yang diimpor dari luar negeri harus dilakukan oleh perusahaan farmasi yang telah memiliki fasilitas produksi di tanah air.
Guna memberikan kesempatan pada pelaku farmasi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut, pemerintah memberikan tenggang waktu dua tahun sejak peraturan tersebut diterbitkan. Dengan demikian, Permenkes no. 1010 baru berlaku effektif pada November 2010.
Sebelumnya impor obat-obatan bisa langsung dilakukan oleh PBF baik domestic maupun asing.
Menurut catatan Bisnis, sejumlah perusahaan farmasi, terutama asing mulai melakukan adapatasi terhadap Permenkes no. 1010. mereka antara lain adalah AstraZeneca dan B-Brown yang berkomitmen membangun pabrik di tanah air.
Adapun satu perusahaan asing lainnnya yang siap bekerja sama dalam hal disiribusi obat dengan kelompok Combiphar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: