Maret 25, 2010

kimia farma gandeng perusahaan china

Posted in pharmacy industry tagged , , pada 5:37 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia 25 Maret 2010
Oleh: Bambang R Jatmiko

PT. Kimia Farma Tbk, BUMN Farmasi dan produsen obat-obatan, akan membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan asl China senilai Rp. 120 milyar.

Direktur Utama Kima Farma Syamsul Arifin menuturkan perusahan patungan yang segera di bentuk itu akan memproduksi obat suntik. Sejauh ini, perseroan masih merampungkan proses pembahasan guna mendapatkan besaran kepemilikan.

“Kami masih mengkaji besaran saham yang akan dimiliki masing-masing perusahaan, sehingga kami belum bisa menentukan besaran dana yang harus kami setorkan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Syamsul, dua perusahaan akan meneken kontrak pada April, dan diharapkan mulai beroperasi tahun depan. Sayang, dia tidak menyebutkan nama perusahaan yang akan digandeng itu, tetapi perusahaan tersebut berasal dari Kota Tian Jien.

Yang pasti, sambungnya, pabrik obat suntik itu dijadwalkan mulai dibangun pada 2011, dan ditargetkan pabrik tersebut mulai beroperasi pada 2012.

Kinerja Keuangan

Dalam kesempatan itu, Syamsul menuturkan, perseroan selama tahun lalu meraup laba bersih sebesar Rp 62 milyar atau naik 14% apabila dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yaitu Rp. 54 milyar.

Sementara itu pendapatan perseroan selama 2009 mencapai Rp. 2.8 triliun atau naik sebesar 12%, jika dibandingkan dengan 2008.

“Kami targetkan tahun ini mencatat pendapatan Rp. 3 trilliun. Ada beberapa langkah yang akan kami lakukan, salah satunya menggenjot ekspor.”

Kenaikan harga obat generic diharapkan menjadi salah satu penyumabgn kenaikan kinerja perseroan pada tahun ini. Terkait dengan rencana ekspansi bisnis, perseroan akan mengajukan besaran deviden kepada pemegang saham sebesar 20% dari laba bersih 2009.

Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan dua perusahaan asal Sulawesi Selatan dalam kerjasama pembangunan pabrikobat di Makassar, yakni PT. Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan PT. Tiara Energy.

Dalam tawaran tersebut, Kimia akan menyediakan lahan untuk bangunan pabrik, PT. Tiara Energy akan mengupayakan pendanaan, sedangkan Kimia Farma menyediakan teknologi proses produksi obat, termasuk tenaga ahlinya.

Pembangunan pabrik tersebut dinilai akan membantu pendistribusian produk di kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: