Maret 25, 2010

kalbe farma teliti sel punca

Posted in pharmacy industry tagged , , , pada 5:27 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia 24 Maret 2010
Oleh: Rahmayulis Saleh

PT. Kalbe Farma menyiapkan anggaran riset sedikitnya Rp. 70 milyar pada tahun ini untuk mengembangkan sejumlah produk dan teknologi baru di bidang kesehatan.

Boenjamin Setiawan, Pendiri dan Penasihat Senior Kalbe Farma, mengungkapkan dana itu al. untuk penelitian sel punca (stem cell), sejenis sel induk untuk terapi berbagai penyakit, termasuk luka bakar.

“Kami mangajak dunia akademisi bekerja sama melakukan riset. Kami sendiri sangat mendukung usaha kolaborasi, baik dengan akademisi, bisnis, pemerintah, maupun komunitas,” ujarnya dalam jumpa pers Riset-Kalbe Science Awards 2010 kemarin.

Selain sel punca untuk luka bakar, Kalbe Farma melakukan riset untuk penyakit lain, seperti payah jantung, osteoarthritis dan chronic critical limb ischemia.

Kalbe juag mengembangkan produk nutrisi untuk penderita penyakit kronis atau kanker. Produk dalam bentuk bubuk/susu yagn disebut NutriCan itu merupakan hasil kolaborasi Kaleb dengan unsure akademisi dan lembaga kesehatan, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Amin Soebandrio, Deputi Bidang Pengembangan Sistem Iptek nasional Kemenristek, mengatakan Indonesia tertinggal dalam hal penelitian dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

“Hal ini terjadi karena minimnya anggaran yang disediakan pemerintah untuk pengembangan penelitian,” ujarnya.

Berdasarkan data,ungkap Amin, Indonesia hanya memiliki 200 peneliti untuks etiap 1 juta penduduk, lebih rendah dibandingkan Malaysia yang memiliki sekitar 500 per 1 juta penduduk. Singapura bahkan memiliki 5,000 peneliti untuk per 1 juta penduduk.

Menurut dia, anggaran yang disediakan pemerintah untuk pengembangan penelitian hanya Rp. 3.5 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan India yagn menyediakan anggaran US$ 40 milyar untuk kegiatan penelitian.

“Saya kita anggaran yang ideal untuk pengembangan penelitian di negara kita ini, minimal Rp. 10 trilliun. Namun, kita juga harus realistis dengan keadaan ekonomi sekarang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: