Februari 25, 2010

sido muncul bangun pabrik bahan baku obat herbal

Posted in pharmacy industry tagged , , , pada 8:46 am oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 11 Februari 2010
Oleh Chamdan Purwoko dan Rachmat Sujianto.

PT. Sido Muncul, produsen jamu dan obat tradisional berbasis di Jawa Tengah, menanamkan modal Rp, 80 milyar untuk membangun pabrik evaporasi (pengolahan tumbuhan atau buah berkhasiat obat menjadi bahan bauku cair) berkapasitas 4,000 liter perjam.

Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan pembangunan pabrik itu untuk menciptakan kemandirian perusahaan dalam pemenuhan bahan baku dan effisiensi dalam mata rantai proses produksi, sehingga lebih kompetitif dari sisi kualitas dan harga.

“Yang lebih penting lagi adalah pabrik ini kana menjamin stadnar kualitas bahan baku untuk memproduksi jamu Sido Muncul”, ujarnya saat peletakan batu pertama fondasi pabrik PT. Semarang Herbal Indoplant, anak perusahaan Sido Muncul, oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Pembangunan pabrik diatas lahan seluas 10 hektare dengan luas bangunan 3,000 meter persegi ini ditargetkan berproduksi mulai Agustus tahun ini.

Saat ini Sido Muncul memproduksi sekitar 200 item produk dengan merek a.l Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Jamu Komplet, Kunyit Asam dan Kopi Ginseng. Sebagian produk tersebut dieskpor ke sejumlah negera, seperti China, Jepang, Belanda, Timur Tengah dan ASEAN.

Terkait dengan implementasi ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA), Hidayat menilai industri jamu herbal di dalam negeri mampu bersaing dengan produk China.

“Bagi saya aneh rasanya kalau produk China yang datang dari jarak 7,000 km bisa bersaing di sini. Jika produk lokalkalah dari produk China, pengusaha harus introspeksi,” katanya.

Menurut dia, hasil produksi pabrik ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi pabrik Sido Muncul, tetapi juga untuk memasok kalangan industri jamu skala kecil menengah.

Sementara itu Mendag meminta industri jamu mempersiapkan produknya untuk bersaing di era perdagangan bebas.

Dia mengatakan perdagangan bebas di kawasan regional memaksa industri jamu dan obat herbal dalam negeri meningkatkan mutu, berinovasi dan memenuhi standar internasional.

Selain itu, lanjut Mari, industri jamu harus lebih gencar menyosialisasikan produknya, baik kualitas, khasiat, manfaat agar konsumen dapat mengetahui pasti kegunaannya.

“Masyarakat perlu diberikan sosialisasi agar mereka mengetahui manfaat dan khasiat obat tersebut, sehingga obat imporyang masuk kedalam pasar dalam negeri akan tersingkir dalam persaingan,” ujarnya.

Dia menginatkan kapda produsen jamu maupun obat herbal jangan memberikan informasi yagn tidak jelas mengenai mut, kulaitas dan manfaat diluar produk akhir serta kemasan, karena akan menyesatkan konsumen.

2 Komentar »

  1. Kunjungan sore, silahkan mampir juga ke site kami minuman herbal berkhasiat gujahe & gulajoss, ada program kemitraan senilai 35 juta nett, jika anda berminat silahkan mail ke info@gujahe-kbm.com atau sms/ telpn ke +62-21-23986886

    • ghofar said,

      mau nanya program kemitrraan sepertiu apa ?yang ingin saya ketahui.trim’s ghofar:087853605431.saya punya stock besar jahe gajah dan jahe emprit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: