Februari 23, 2010

sido muncul pasok obat herbal terstandar

Posted in pharmacy industry tagged , , , pada 6:04 pm oleh Pharmacy Education

Dikutip dari Bisnis Indonesia, 24 Februari 2010
oleh Rachmat Sujianto

PT Sido Muncul, produsen obat tradisional, siap memasok obat herbal terstandar (OHT) untuk Puskesmas guna memenuhi permintaan terhadap obat alternatif berbahan baku alami.

Presdir PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan obat tradisional yang termasuk golongan fitofarmaka dan herbal terstandar kini mulai dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan formal di rumah sakit dan puskesmas.

“Paling tidak saat ini sudah ada 12 jenis obat tradisional golongan fitofarmaka dan herbal terstandar yang masuk rumah sakit dan puskesmas, sejak obat alternatif banyak digunakan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya tersedia satu jenis obat tradisional golongan fitofarmaka, seperti antihipertensi, di sejumlah puskemas.

Saat ini obat herbal yang telah tersedia di puskemas a.l. pelancar air susu ibu (ASI), stimuno, hipertensi, dan lainnya. Pengadaan obat tradisional untuk persediaan rumah sakit dan puskesmas umumnya diperoleh dari anggaran APBD.

Irwan mengatakan berbagai upaya terus dilakukan oleh produsen jamu dan obat tradisional untuk meningkatan pelayanan kesehatan, yang akhirnya mampu menjadikan obat tradisional sebagai komoditas unggulan.

Industri jamu nasional, lanjutnya, berpeluang meningkatkan perdagangan di pasar dalam negeri dan ekspor, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap obat berbahan baku alami di seluruh dunia.

“Saat ini terdapat 11 industri obat tradisional, industri kecil obat tradisional, dan 3.200 produk terdaftar di Indonesia,” tutur Irwan.

Nilai aset

Produsen obat tradisional umumnya memiliki aset di atas Rp600 juta, tidak termasuk harga tanah dan bangunan, sedangkan industri yang berskala kecil memiliki aset di bawah Rp600 juta, tak termasuk harga tanah dan bangunan. “Perusahaan jamu berskala kecil menengah ini jumlahnya semakin banyak.”

Irwan memproyeksikan omzet industri jamu mencapai Rp10 triliun dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan makin beragamnya produk yang didukung inovasi dan bahan baku melimpah.

Selain itu, industri obat tradisional membuka lapangan kerja bagi 15 juta tenaga kerja, 3 juta orang di antaranya diserap industri jamu dan 12 juta orang di industri minuman suplemen yang dikembangkan industri jamu serta kosmetik.

Berdasarkan hasil survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80% atau 3,2 miliar jiwa dari total 4 miliar penduduk dunia merupakan konsumen obat herbal berbahan baku alami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: