Februari 22, 2010

sistem adhesif mukosal

Posted in scientific articles tagged , , , pada 12:59 pm oleh Pharmacy Education

oleh: Goeswin Agoes

Pada awal tahun 1980 ankonsep ahesif mukosal atau mukoadhesif mulai dikenalkan dalam sstem penghantaran obat terkendali. Mukoadhesif adalah polimer sintetik atau alam yang berinteraksi dengan lapisan mukus yang menutupi permukaan epitelial-permukaan dan mokul musin yang merupakan konstituen utama dari mukus. Konsep mukoadhesif ini mendorong para peneliti untukemikirkan kemungkinan pemanfaatan polimer dalam mengatasi halangan fisiologi pada sistem penghantaran obat jangka panjang.

Ide sistem mukoadhesif berasal dari kebutuhan untuk melokalisasi obat pada lokasi tertentu pada tubuh manusia. Sering pengabsorbsian jumlah obat dibatasi oleh waktu tinggal obat pada lokasi absorpsi. Misalnya pada sistem penghantaran obat okuler, hanya tersedia waktu kurang dari 2 menit saja untuk absorpsi obat setelah penetesan larutan obat pada mata karena akan dihilangkan secara cepat oleh pembilasan larutan dan pergantian air mata.

Kemampuan memperlama waktu kontak suatu sistem penghantaran obat di bagian depan mata, akan meningkatkan ketersediaan hayati obat. Pada sistem penghantaran obat oral, absorpsi obat dibatasi oleh waktu transit sediaan di salur cerna (GI). Cukup banyak obat yang diabsorpsi hanya pada bagian usus halus. Dengan cara melokalisasi sistem penghantaran obat pada lambung atau pada duodenum diharapkan akan dapat meningkatkan jumlah obat yang diabsorpsi secara signifikan. Oleh karena kebanyakan rute pemberian obat, seperti okuler, nasal, bukal, melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan (g.i.t), rektal dan vaginal yagn dilapisi dengan lapisan mukus, maka bentuk sediaan mukoadhesif  diharapkan dapat meningkatkan waktu tinggal. Selain itu akan terjadi kontak intensif antara sediaan dan jaringan yagn mengabsorpsi (obat) sehingga diharapkan jumlah konsentrasi obat akan lebih tinggi di lokasi (kontak) dan diharapkan dengan sendirinya akan terjadi fluk obat yang tinggi melewati jaringan pengabsorpsi. Selanjutnya, kontak intensif diharapkan pula akan meningkatkan permeabilitas lokal dari obat berbobot molekul tinggi, seperti peptida dan protein.

dikutip dari buku Sistem Penghantaran Obat Pelepasan Terkendali

Untuk lebih detailnya mengenai buku Sistem Penghantaran Obat Pelepasan Terkendali dapat di klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: