Desember 24, 2009

Larutan Padat

Posted in scientific articles tagged pada 6:59 pm oleh Pharmacy Education

oleh: Goeswin Agoes

Dalam larutan padat, kedua komponen terkristalisasi bersamaan dalam bentuk sistem satu fasa homogen. Ukuran partikel obat dalam larutan padat menurun sampai mencapai ukuran molekular, sehingga suatu larutan padat dapat mencapai kecepatan disolusi yang lebih cepat dari campuran eutektik yang sama.

Larutan pada dapat diklasifikasikan menurut dua metode. Menurut tingakt campuran (miscibility) dari kedua komponen, dapat diklasifikasikan sebagai kontinu atau diskontinu

Pada larutan padat kontinu, kedua komponen tercampur dalam semua perbandingan dalam keadaan padat. Larutan pada diskontinu terdapat (ada) dalam komposisi yang ekstrim. Menurut kriteria ukuran molekul dari kedua komponen, larutan padat dapat diklasifikasikan sebagai substitusional atau interstisial.

Pada tipe substitusional, molekul solut menggantikan (substitutes) molekul pelarut dalam kisi kristal. Ukuran kedua molekul komponen tidak boleh berbeda lebihdari 15%

Larutan pada interstisial pada diperoleh bila molekul solut (tamu) mengokupasi ruangan interstisial dalam kisi pelarut. Agar supaya hal ini dapat berlangsung, diameter molekul solut harus kurang dari 0.59 dari molekul pelarut, oleh karena itu volume molekul solut harus kurang dari 20% dari molekul pelarut.

Larutan pada ini penting sekali dalam upaya untuk meningkatkan atau sebaliknya menurunkan kelarutan bahan obat dalam air dalam mendesain formulasi sediaan farmasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: