Desember 16, 2009

Gula Farmasetik

Posted in scientific articles tagged pada 6:58 am oleh Pharmacy Education

oleh : Goeswin Agoes

Gula (sucrose, Sakarosa) merupakan salah satu eksipien penting dalam formulasi sediaan, oleh karena untuk tujuan sebagai eksipien dalam formulasi, maka spesifikasi gula farmasetik tidak sama dengan gula konsumsi untuk makanan dan minuman

Beberapa gula farmasetik yang perlu diketahui adalah

1) Sukrosa (BP: Sucrose, JP : Sucrose, Ph Eur : Sucrose, USP – NF Sucrose) Sinonim : Beet Sugar, cane sugar,  α – D – glucopyranosil,  β – D – fuctofuranoside); refined sugar; sacharose; sacharosa; sugar

Katagori fungsional

Basis (dasar) konfeksioneri; agen penyalut, pembantu granulasi, agen pensuspensi, agen pemanis, pengikat tablet, pengencer tablet dan kapsul; pengisi tablet; agen terapeutik, agen pengikat viskositas.
Monografi yang meliputi persyarata dari spesifikasi dapat dirujuk / dilihat dalam BP, JP, Ph Eur dan USP – NF

2) Sugar, compressible (BP: compresible sugar, USP – NF : compressible sugar)
Katagori fungsional:
Agen pemanis, pengencer dalam tablet dan kapsul, pengisi dalam tablet. Monografi yang meliputi persyaratan dan spesifikasi dapat dirujuk/dilihat dalam BP 2009, USP : 32, NF : 27

3) Sugar, confectioner’s (USP – NF)
Katagori fungsional:
Agen penyalut, agen pemanis, pengencer tablet dan kapsul
Monografi yang meliputi persyaratan dan spesifikasi dapat dirujuk/dilihat dalam USP – NF

4) Sugar spheres (BP ; Sugar spheres; Ph Eur : Sugar Spheres; USP – NF : Sugar spheres)
Kategori fungsional:
Pengencer tablet dan kapsul

Gula farmasetik mempunyai spesifikasi yang berbeda dari gula konsumsi, oleh sebab itu kalau industri farmasi akan menggunakan gula (sakarosa) dalams ediaan farmasi maka gula tersebut harus dipersiksa terlebih dahulu apakah memenuhi spesifikasi Farmakope sebagai gula farmasetik atau tidak. Kalau emmenuhi spesifikasi dan syarat gula famrasetik baru dapat digunakan utnuk sediaan farmasi

Gula farmasetik memiliki spesifikasi dan kualitas yang jelas berbeda dari gula konsumsi yang beredar di pasaran. Masalah yang dihadapi oleh industri farmasi Indonesia adalah (kemungkinan) pelarangan impor gula yang memenuhi persyaratan dan spesifikasi gula farmasetik, sehingga kualitas gula ini dapat berdampak pada kualitas produk farmasi Indonesia secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: