November 17, 2009

Reaksi Kimia Dalam Keadaan Padat

Posted in scientific articles tagged pada 2:26 am oleh Pharmacy Education

oleh: Goeswin Agoes

Lebih 80% sediaan farmasi dalam bentuk padat (serbuk, granul, tablet, kapsul, supositoria dan lain sebagainya) Salah satu hal yang perlu diteliti, diperhatikan dan diantisipasi adalah terjadinya reaksi kimia dalam keadaan padat yang mungkin dapat mempengaruhi: stabilitas, kadar dan ketersediaan hayati sediaan selama penyimpanan

Menurut Morawetz (1966) ada 4 indikasi yang akan menyebabkan terjadinya reaksi dalam keadaan padat:

  • Jika reaksi yang sama tidak terjadi dalam cairan (larutan) atau reaksi berlangsung sangat (lebih) lambat
  • Jika terbentuk produk yang berbeda dari pada produk yang terbentuk dalam keadaan cair
  • Jika ditemukan perbedaan yang jelas reaktivitas dari senyawa terkait dekat
  • Jika material yang sama dalam modifikasi kristal berbeda, menunjukkan rekativitas berbeda atau menghasilkan hasil reaksi yang berbeda

Indikasi kelima yang penting dapat pula ditambahkan (Paul dan Curtin, 1973): Suatu reaksi terjadi dalam keadaan padat jika terjadi pada temperatur dibawah titik eutektik campuran bahan awal dan produk

Begitu sudah diketahui reaksi berlangsung dalam keadaan padat, maka terjadi proses 4 tahap (Paul dan Curtin 1973) berikut:

  1. Pelonggaran molekul pada lokasi reaksi
  2. Perubahan molekul
  3. Pembentukan larutan padat
  4. Pemisahan produk

Kecepatan reaksi dalam keadaan padat tergantung pada beberapa faktor dimana terjadi nukleasi dan perubahan molekul. Penting sekali untuk memahami bahwa struktur kristal dan susunan krsital akan sangat berpengaruh pada pelonggaran molekul, dan tahap perubahan molekul dari rekasi dalam keadaan padat.

Pemahaman mobilitas gugusan pada keaadaan padat, dapat dipandang seperti halnya mobilitas molekul dalam larutan, fasa yang menyebabkan terjadinya interkonversi konformetional dan faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi dalam keadaan padat.

Degradasi dalam keadaan padat bahan farmasetik (obat) terkait dengan mobilitas molekul (Byrn and Lin, 1976; Byrn and Kessler, 1987; Byrn et al 1988) Ahinek dan Zografi (1990) mengatakan bahwa absorpsi air akan meningkatkan mobilitas molekul, dari sediaan padat farmasi, hal ini dapat menjelaskan terjadinya peningkatan rekativitas kimia dan bahan ini dengan keberadaan air.

Hal ini perlu diperhatikan pada keberadaan air bebas dalam bahan farmasetik yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi kimia dan penurunan bioekivalensi sediaan dengan usia guna obat (penyimpanan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: