November 5, 2009

SEDIAAN TABLET

Posted in scientific articles tagged pada 9:37 am oleh Pharmacy Education

oleh : Goeswin Agoes

Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

Berdasarkan metode pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet cetak dibuat dengan cara menekan masa serbuk lembab dengan tekanan rendah kedalam cetakan. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja (tahan karat)

Rentang sistem penghantaran sediaan tablet mulai dari yang sederhana (pelepasan segera) sampai sistem penghantaran dimodifikasi. Sasaran utama sediaan tablet adalah penghantaran obat ke lokasi kerja dalam jumlah cukup, pada kecepatan yang dibutuhkan disamping kriteria lain.

Kriteria sediaan tablet adalah stabils ecara fisika dan kimia:  secara ekonomi dapat emnghasilkan sediaan yang dapat menjamin agar setiap sediaan emngandung obat dalam jumlah yang benar; penerimaan oleh pasien (ukuran, bentuk, rasa,warna dan lain sebagainya) dan untuk mendorong pasien menggunakan obat sesuai dengan aturan pemakaian obat.

Kriteria umum dalam mendesain sediaan tablet:

  1. Disolusi obat optimal sesuai dengan ketentuan spesifikasi/farmakope
  2. Ketersediaan hayati sesuai dengan tujuan penggunaan (pelepasan segera atau modifikasi)
  3. Ketelitian dah keseragaman kandungan obat dalam setiap takaran
  4. Stabilitas: termasuk stabilita bahan aktif; formulasi tablet secara menyeluruh, waktu hancur, kecepatan, dan jumlah bahan aktif terdisolusi dari tablet untuk jangka tunda
  5. Penerimaan pasien, sedapat mungkin produk-jadi harus berpenampilan menarik, termasuk warna, urkuran, rasa dan lain sebagainya sehingga secara maskimal dapat diterima pasien dan mendorong pasien untuk mengikuti ketentuan penggunaan obat.
  6. Manufakrutabilitas. Rancangan formulasi memungkinakn untuk memproduksi betobatsecara efisien, ekonomis, praktis selama produksi dan reprodusibel.

Sifat tablet yang dihasilkan dievaluasi secara kimia, fisika dan biologi (mikrobiologi, biofarmasi). Eksipien sangat menentukan dalam mendesain bentuk sediaan tablet. Konsep baru adalah eksipien sama pentingnya dengan bahan aktif.

Pemulihan eksipien bertujuan

  1. meningkatkan stabilitas (antioksidan, absorber uv)
  2. mengoptimalkan atau memodifikasi pelepasan obat (disintegran, polimer hidrofilik, bahan pembasah, polimer biodegradebel)
  3. memberikan fungsi esensial dalam teknologi manufaktur (pengikat, glidants, lubrikan)
  4. meningktakan penerimaan pasien, misal dengan menambah flavor
  5. membantu identifikasi produk (zat warna)

Masalah di dunia ini, belum ada kesepakatan dalam penerimaan eksipien (sudah ada usul harmonisasi untuk lebih kurang 51 eksipien) untuk sediaan farmasi secara menyeluruh

Pemilihan eksipien untuk pasar internasional

  1. kompromi antara manfaat fungsional
  2. pembatasan lokal (undang-undang) dan
  3. biaya serta ketersediaan bahan di negara mana produk akan dibuat

dikutip dari buku Pengembangan Sediaan Farmasi

klik disini untuk info detail buku Pengembangan Sediaan Farmas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: