November 4, 2009

TARGETED COLONIC DRUG DELIVERY SYSTEM

Posted in training tagged , pada 7:00 am oleh Pharmacy Education

Penelitian obat bersasaran (targeted drug delivery system) ini dimulai pada awal tahun 1960 an sebagai strategi untuk pengobatan penyakit dengan harapan dan sasaran untuk meningkatkan efikasi dan mengurangi toksisitas obat.

Dalam formulasi sediaan ini yang berperan dalam penentuan farmakokinetika dan distribusi selular obat adalah perilakuk molekul karier (pembawa) sediaan. Penghantaran secara selektif menuju jaringan sasaran akan mempertinggi konsentrasi obat pada sel target atau pada kompartemen spesifik sel sasaran, sehingga diharapkan efikasi obat dapat ditingkatkan.

Sasaran penghantaran obat bersasaran pada awalnya adalah inkorporasi obat sitotoksik untuk pengobatan kanker

Rute pembereian obat secara oral merupakan cara pemberian obat yang luas digunakan dalam pengobatan. Sistem penghantaran obat spesifik colon memberikan beberapa keuntungan terapeutik. Pada beberapa penyakit colonic seperti: kanker kolorektal, penyakit Crohn’s, spastic colon dan lain sebagainya, terbukti bahwa pengobatan secara local lebih efektif dari pengobatan sistematik. Penghantaran obat colonic ini dapat dicapai melalui pemberian obat secara oral dan rectal. Pemerian obat secara rectal (supositoria dan enema) tidak selalu efektif karena besarnya variabilitas kadar obat menurut cara pemberian ini, oleh karena itu pemberian obat secara oral merupakan alternative pilihan terbaik.

Absorpsi dan degradasi bahan aktif (obat) pada bagian atas salur cerna adalah masalah utama pada system penghantaran obat melalui rute oral yang harus diatasi untuk mencapai keberhasilan system penghantaran obat bersasaran colon (targeted colonic).

Dalam pengembangan sediaan bersasaran colon ini ada 4 elemen esensial yang saling terkait, yaitu: penyakit, obat, tujuan (sasaran) dan system penghantaran obat

Jadi dalam pengembangan sediaan sasaran colon ini perlu dipelajari dengan baik:

1. Memahami dengan baik masalah fisiologi salur cerna seperti

    • Waktu transit sediaan melewati segmen utama salur cerna
    • Sebagai kebalikan transit adalah waktu tinggal sediaan dalam masing – masing segmen salur cerna
    • Faktor yang mempengaruhi sediaan di masing masing lokasi dan kondisi termasuk: disintegrasi fisik, digesti intraluminal, ambilan mucosal, biotransformasi dan absorpsi dan lain sebagainya.

    2. Keterkaitan dengan sifat fisikokimia obat dan,
    3. Mendesain formulasi yang sesuai untuk system colonic ini

      Barangkali belum ada industri farmasi Indonesia yang mengembangkan bentuk sediaan ini (pada saat ini)

      Waktu Pelatihan: 1 hari penuh

      Materi pelatihan ini telah tersedia, untuk informasi lebih lanjut hubungi: rizanovara@gmail.com atau rizanovara@yahoo.com

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s

      %d blogger menyukai ini: