Oktober 28, 2009

PMDN FARMASI: DIFERENSIASI RAIH PRESTASI

Posted in scientific articles tagged pada 9:06 am oleh Pharmacy Education

Industri farmasi nasional kian meng­ge­liat. Akhir-akhir ini tercatat ada be­berapa perusahaan farmasi mela­ku­kan manuver bisnisnya untuk dapat eksis dan bersaing di pentas pasar nasional.

Ke depan tantangan dan tingkat persaingan obat, bagi industri farmasi lokal cukup berat mengingat begitu be­sar­nya ketergantungan industri farmasi da­lam negeri terhadap sumber-sumber ba­han baku dari luar alias impor.
Kompetisi di pasar “pil pahit” ini se­ma­kin sengit seiring tumbuhnya industri farmasi nasional. Ancaman serius datang da­ri perusaha­an asing mengingat Indo­ne­sia dengan pen­duduk lebih dari 210 juta jiwa, merupakan pasar yang sangat me­narik ba­gi mereka. Tak heran bila pasar Indonesia menjadi incaran para pebisnis farmasi asing, seperti dari Amerika, Ero­pa, mau­pun Asia, terutama Cina, Korea dan Je­pang. Dengan dibukanya keran pe­na­nam­an modal asing (PMA), maka se­makin ba­nyak perusahaan farmasi asing yang membangun fasilitas manufakturnya di Indo­ne­sia.
Untuk menghadapi persaingan tiap-tiap industri farmasi punya trik sendiri. PT Kalbe Farma Tbk, pada tahun 2005, me­lakukan merger internal dengan dua anak perusahaannya, yaitu PT Dankos Labo­ra­tories dan Enseval (Holding). Dengan peng­gabungan ini berbagai rantai kegiat­an perusahan, mulai dari peng­adaan ba­han baku, produksi, pe­ma­saran, dan distribusi kini berada dalam satu managemen. Pasar obat Kalbe pun makin luas hingga ke perifer. Peng­ga­bung­an ini telah menciptakan atmosfir bis­nis dengan ting­kat efisiensi yang tinggi dengan daya saing yang kuat.
Hasil merger ini berbuah manis. Da­lam waktu satu tahun, divisi ethical, Kal­be mampu merebut pasar sebesar 11 per­­sen. Kalbe berhasil menduduki pering­kat pertama yang sebelumnya pada 2005 hanya bercokol diposisi ketiga. Kal­be berhasil membuktikan integrasi yang dilakukan sukses dan membawa perusahaan ini ke peringkat pertama perusaha­an publik di Asia Tenggara.
PT Kimia Farma Tbk punya jurus sen­diri dalam kancah pasar obat nasional. Perusahaan farmasi plat merah ini cukup berhati-hati dalam menjalankan roda bisnisnya. Tidak seperti pesaingnya, Kimia Farma lebih memilih fokus dipemasaran dan distribusi daripada berinvestasi pada teknologi bernilai tinggi. Kimia Farma me­nerapkan strategi jemput bola dengan ca­ra masuk dan berbaur dalam masya­ra­kat  melalui apotiknya.
Jaringan apotek Kimia Farma kian meng­­gurita. Ada 330 apotik yang semula image nya kaku, kini berubah menjadi apo­tek modern dengan pelayanan yang ra­mah dan nyaman. Gerai obat-obat OTC pun ditata bak swalayan. Hasilnya pun me­muas­kan. Pengembangan distribusi mampu men­dongkrak penjualan, tahun lalu, apotik menjadi kontribusi pemasuk­an terbesar yakni 44,23 persen dari total pendapatan. Keberadaan apotik yang stra­tegis ini juga dimanfaatkan perusahaan untuk mengembangkan bisnis ber­ba­sis pelayanan kesehatan. Saat ini te­lah terdapat 92 klinik ke­sehatan dan 23 laboratorium yang ber­dampingan dengan apotek.
PT Indofarma Tbk  punya cara berbeda dalam merebut pasar obat. Sejak, awal perusahaan farmasi BUMN ini menempuh jalur generik. Untuk menyediakan obat dalam skala besar bagi “Raja Ge­ne­rik” bukan perkara sulit. Indofarma memiliki fasilitas produksi di atas tanah seluas 21 hektar di daerah Bekasi. Indofarma saat ini memiliki kapasitas produksi ter­be­sar dibanding BUMN lain. Hal tersebut sejalan dengan misinya, diantaranya me­nye­diakan produk dan layanan berkualitas denga harga terjangkau dan mela­ku­kan penelitian serta pengembangan produk yang inovatif.
Berbeda dari perusahaan di atas, PT SOHO Industri Pharmasi lebih memilih men­­ciptakan pasar ketimbang bertarung diproduk yang sama dengan industri farmasi lain. PT SOHO melakukan diferensia­si dengan selain memproduksi produk mee too yang berbasis kimia, juga ber­de­dikasi penuh memproduksi dan me­ma­sar­kan obat berbasis alami di pasar re­sep maupun OTC. Langkah ini membuat PT SOHO menjadi satu-satunya perusaha­an farmasi yang memiliki positioning ber­beda dengan perusahaan farmasi lain.
http://www.majalah-farmacia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: