Oktober 28, 2009

PENGEMBANGAN SEDIAAN OBAT HERBAL

Posted in training tagged , , pada 8:48 am oleh Pharmacy Education

Penggunaan herbal dalam terapi telah dikenal luas di seluruh dunia. India sudah mengenal sejak 1200 tahun sebelum masehi, Cina sejak 2200 tahun lalu, Indonesia (Jamu) sejak pendirian Candi Borobudur (tahun 800 – 900) dan di bagian dunia lain (seperti Arab, Yunani, Afrika dan lain sebagainya) sudah sejak ribuan tahun lalu.

Dokumen tertulis telah ada di India dan Cina, dan inilah barangkali yang menyebabkan pengobatan berbasis herbal di kedua negara tersebut sangat maju. Di Indonesia dari Jawa menyebar ke Bali, dokumen di Jawa ada 2 macam yaitu : (1) Serat kawruh bab jampi-jampi (mengandung 1734 formula dari bahan alam dan indikasi penggunaannya), (2) Serat Centini (abat ke 18 terdiri dari 12 volume, tersimpan di keraton).

Peningkatan status jamu di Indonesia dimulai tahun 1940 pada Kongres ke 2 Dokter Indonesia; 1942 – 1944; Pemerintah Jepang (Komisi Pengobatan Tradisional); dan 1945 – 1949 waktu Presiden Sukarno mendeklarasikan Swasembada disegala bidang.

Sampai akhir tahun 1950 an di Jakarta masih terdapat Toko Herbalis (dari Jawa, Maluku dan lain sebagainya), menjual obat herbal untuk keperluan masyarakat, yang kemudian dengan kemajuan pembukaan apotik berangsur-angsur hilang secara perlahan.

Jamu Indonesia berasal dari budaya kuno Jawa yang dipengaruhi oleh pengobatan tradisional Cina, India dan Arab. Obat diabetes utama saat ini (metformin) berasal dari ekstrak tanaman Galega officinalis (lilak Perancis) dan dibuat secara sintesis pertengahan tahun 1950 an di Perancis, baru diizinkan beredar di Amerika pada tahun 1994 yang lalu, mulai dipasarkan pada 3 Maret 1995, akan tetapi saat ini merupakan obat generik diabetes tipe-2 yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat.

Bahwa obat berasal dari herbal jadi primadona, saat ini misalnya dapat dilihat pada ginseng yang telah mendunia. Di Indonesia sudah saatnya industri farmasi, jamu, dan perguruan tinggi memfokuskan penelitian obat herbal yang dapat dikembangkan. Masalah utama agaknya, adalah standardisasi yang belum lengkap.

Selain dari pada itu pengembangan bentuk sediaan herbal berupa definisi, hal yang perlu diperhatikan selama proses produksi dan formulasi serta evaluasi sediaan yang relatif baru dibahas dengan mengacu pada ketentuan Farmakope Cina terakhir (2005).

Terakhir dengan harapan standardisasi yang dilakukan di Cina, dapat pula kita kembangkan di Indonesia. Bentuk sediaan yang akan dibahas meliputi sediaan :

(a) padat (serbuk, granul, pil, trochisi, tablet, kapsul, supositoria, Tea medisinal, pil tetesan, perekat (glue), plaster) (b) semi solida (salap, gel) (c) cair (ekstrak, tinktura, destilat medisinal, anggur medisinal, mikstura, linimenita – losion dan sediaan oles, sediaan nasal, sediaan mata dan injeksi (d) sediaan bertekanan tinggi (erosol dan semprotkan)

Jadi peluang terbuka lebar untuk obat herbal, asal diteliti dengan baik dan dilakukan standardisasi. Perlu diperhatikan, sediaan obat herbal tidak boleh dicampur dengan obat bahan kimia; dan beberapa hari lalu ada berita bahwa beberapa obat herbal (jamu) telah dipalsukan di Indonesia.

Kunci dari semua ini adalah : standardisasi dan keinginan untuk memanfaatkan herbal bumi Indonesia menjadi obat dan obat alternatif bagi masyarakat Indonesia. Peluang yang dapat dikembangkan meliputi : (a) industri agro menghasilkan obat herbal (simplisia) yang memenuhi kriteria standar, (b) produk antara berupa ekstrak dan tinktura untuk pembuatan obat herbal dan jamu; dan (c) sediaan obat herbal yang secara bertahap dikembangkan sebagai obat setelah melalui uji klinik yang memenuhi syarat. Semuanya ini berpeluang untuk di ekspor karena kita memiliki keaneka ragaman hayati yang belum tentu ada di negara lain

Waktu Pelatihan: 1 hari penuh

Materi Pelatihan ini telah tersedia, untuk informasi lebih lanjut, hubungi: rizanovara@gmail.com atau rizanovara@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: