Oktober 16, 2009

FARMASI HARUS TERUS LAKUKAN INOVASI BERBASIS RISET

Posted in scientific articles pada 8:11 am oleh Pharmacy Education

Inovasi produk yang berkesinambungan dan berbasis riset harus dijalankan industri farmasi untuk menghadapi globalisasi.

Demikian dikatakan Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucky S Slamet dalam peresmian pengembangan pabrik PT Boehringer Ingelheim Indonesia di Bogor, Kamis (23/4).

Tentu saja, menjurut Lucky, langkah ini harus disertai penerapan cara pembuatan obat yang baik untuk meningkatkan mutu produk. Dengan pengelolaan dan pengembangan fasilitas pabrik, kalangan industri farmasi di Indonesia diharapkan bisa memenuhi standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Saat ini Badan POM sudah melakukan pemutakhiran standardisasi cara pembuatan obat yang baik tahun 2006.

Tahun 2004, jumlah industri farmasi mencapai 201 perusahaan. Kini jumlahnya turun menjadi 196 perusahaan. Sebagian industri farmasi merger dengan perusahaan lain, beralih memproduksi obat tradisional atau tidak bisa memenuhi standar CPOB dari Badan POM.

Manajer Pabrik PT Boehringer Ingelheim Indonesia Yanto Sihotang menyatakan, pemenuhan standar CPOB internasional sangat penting di era globalisasi. Saat ini suatu produk akan sulit diekspor jika tidak mendapat sertifikasi CPOB dari Badan POM negara tujuan ekspor. PT Boehringer Ingelheim Indonesia telah mendapat sertifikasi CPOB dari Badan POM Indonesia dan Badan POM sejumlah negara di Asia dan Afrika.

Jumat, 24 April 2009

http://kesehatan.kompas.kom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: