Februari 16, 2011
ENKAPSULASI FARMASETIK
Buku: “ENKAPSULASI FARMASETIK”
Edisi: 1
Penulis: Goeswin Agoes
Cetakan: 1
Penerbit ITB
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, enkapsulasi merupakan terminology untuk pengkapsulan. Dalam kamus ilmiah (McGraw-Hill; Dictionary of Scientific and Technical Terms), encapsulate (Sci Tech) berarti mengelilingi (surround), pengurangan (encase), atau penutupan (enclose) seperti halnya kapsul. Sebagai contoh pembentukan salut pelindung di sekitar suatu bakteri atau penutupan suatu item, misalnya komponen, elektronika dalam suatu plastik pelindung.
Dalam pengertian farmasi secara umum, enkapsulasi dapat diartikan sebagai penyaluran (coating). Penyalutan bahan farmasetik dapat dilakukan dalam skala makro (misal tablet disalut gula atau salut lapis tipis), skala mikro (mikrokapsul, serbuk), atau dalam skala lebih kecil (misalnya skala nano) untuk tujuan tertentu, misalnya untuk peningkatan efektivitas kerja disamping untuk perlindungan bahan secara fisika, kimia dan biologi.
Makroenkapsulasi yang lebih dikenal dengan terminology penyalutan, luas digunakan dalam farmasi sebagai salut pelindung, untuk menunda pelepasan obat (salut enterik) dan untuk mengendalikan (memodifikasi pelepasan obat). Makroenkapsulasi merupakan teknologi yang luas diaplikasikan di industri farmasi, makanan dan gula-gula (bonbon)
Sistem penghantaran mikropartikulat obat meliputi pelet, mikrokapsul, mikrosfer, liposfer, emulsi dan emulsi multiple. Sistem penghantaran nanopartikulat, terutama nano partikellipid atau polimer (nanokapsul dan nanosfer) mikroemulsi, liposom dan visikel nonionic surfaktan (noisome) merupakan sistem penghantaran obat pada masa yang akan datang. Nanopartikel merupakan sistem penghantaran dengan teknologi mikroenkapsulasi yang saat ini sedang dikembangkan dan luas dibahas di dunia farmasi.
Dalam buku ini dibahas pula masalah peningkatan skala dan validasi proses di industri farmasi. Buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan untuk para sejawat dan mahasiwa yang berminat untuk mengembangkan aplikasi teknologi enkapsulasi terutama di industry farmasi
Daftar Isi:
Bab 1 : Pendahuluan
Bab 2 : Inti Salut
Bab 3 : Pewarnaan Sediaan Farmasi
Bab 4 : Penyalutan dan Peralatan Penyalutan
Bab 5 : Salut Gula
Bab 6 : Salut Lapis Tipis
Bab 7 : Penyalutan Secara Kempa
Bab 8 : Penyalutan Panas Lebur
Bab 9 : Mikroenkapsulasi
Bab 10 : Peningkatan Skala Penyalutan
Bab 11 : Validasi Proses
Bab 12 : Sistem Penghantaran Obat Kolodial
Harga Buku: IDR 80,000 (diluar ongkos kirim)
Untuk pemesanan & informasi lainnya hubungi: rizanovara@gmail.com
Mei 11, 2010
pedang mata dua milik kalbe farma
Dikutip dari Bisnis Indonesia, 10 Mei 2010
Oleh: Siti Nurainsyah Dewi & Arif Gunawan
Nilai Kas PT. Kalbe Farma Tbk yagn cukup besar, melampaui RP. 1 triliun, bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, pemodal mengharapkan emiten membagikan deviden dari kelebihan kas tersebut. Di sisi lain, posisi kas yang besar membuka peluang merger ataupun akuisisi.
Manajemen senior Kalbe menemui 20 pengelola dana di Kuala Lumpur dan Hong Kong dalam lawatan non deal dengan PT> CIMB Securities Indonesia pada awal Maret. Analisis CIMB Securities Lydia Toisuta menilai secara umum respons dari temu pemodal itu positif, menyusul portfolio Kalbe yang kuat, pertumbuhan yang stabil dan manajemen biaya yang hati – hati.
Namun, kekhawatiran utama pemodal terletak pada besarnya posisi kas perseroan. Sekuritas itu menilai dana itu lebih baik digunakan untuk merger atau akuisisi, tetapi pada saat yang sama manajemen Kalbe berniat untuk menggenjot rasio pembayaran deviden menjadi 35% pada 2012 dari saat ini sebesar 25%.
Mei 4, 2010
Kalbe siap caplok pyridam
Dikutip dari Bisnis Indonesia, 3 mei 2010
Oleh: Pudji Lestari & Wisnu Wijaya
Harga saham PT. Pyridam Farma Tbk merangkak naik menyusul kabar perusahaan farmasi tersebut menjadi target akuisisi PT. Kalbe Farma Tbk, produsen farmasi terbesar nasional.
Harga saham Pyridam yang berkode perdagangan PYFA itu sepanjang tahun ini telah naik 6.36% dan dalam 1 tahun terakhir telah memberikan keuntungan sebesar 101.72%
Pada perdagangan Jumat pecan lalu, harga saham ini ditutup naik 3.54% atau Rp 4 ke level Rp 117, menjadikannya bernilai kapitalsisasi pasasr Rp 62.60 milyar.
Berdasarkan data Bloomberg, dengan mengacu kepada harga saham tersebut, rasio harga saham dibandingkan dengna laba bersih per saham (price to earning ratio/PER) Pyridam mencapai 16.60 kali.
Seorang manajer investasi dari broker asing mangatakan saham Pyridam naik karena ada kabar perusahaan farmasi itu akan dicaplok oleh Kalbe. Sayangnya hingga berita ini diturunkan manajemen Pyridam tidak berhasil dihubungi di kantornya.
dua bumn farmasi bergabung
Dikutip dari Kompas, 29 April 2010
Penggabungan usaha PT. Kimia Farma dan PT. Indofarma Tbk diperkirakan selesai pada akhir tahun ini. Penggabungan dua badan usaha milik negara ini diharapkan bisa memberikan sinergi dalam pegnembangan usaha kedua perseroan, baik dapam proses manufaktur obat-obatan maupun pemasaran dan distribusi.
Direktur Utama Kimia Farma M Syamsul Arifin di sela sela penandatanganan nota kesepahaman pembangunan pabrik bersama dengan Tianjin King York, BUMN China Rabu (28/4) di Jakarta, mengatakan, Kimia Farma dan Indofarma sepakat bergabung. Penggabungan bisa melalui proses merger atau membentuk satu holding.
“Tapi, biar cepat, sebaiknya merger dulu. Setelah itu baru bikin holding. Ini baru ide konsultan independen yang kami tunjuk. Kalau bisa merger tahun ini, awal tahun depan holding sudah bisa jalan,” kata Syamsul.
Jika rencana merger dapat diwujudkan, Kimia Farma maupun Indofarma tidak akan menjadi pihak yang dominan karena masing – masing memiliki keunggulan berbeda, “Untuk manufacturing mungkin dikelola Indofarma, sedangkan distribusi dan perdagangan menjadi focus Kimia Farma,” ujar Syamsul.
dexa perluas ekspor stimuno ke 3 negara
Dikutip dari Bisnis Indonesia 3 Mei 2010
Oleh: Afriyanto
Dexa Medica memperluas pasar ekspor ke Filipina, Myanmar, dan Nigeria. Produk itu tengah dalam proses registerasi di ketiga negara tersebut.
Andreas S Widada, National Sales Manager Stimuno PT. Dexa Medica, mengatakan perluasan pasar ekspor tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan permintaan di pasar internasional.
“Stimuno tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah mendpatkan kepercayaan dan apresiasi dari konsumen di luar neger”’ ujarnya di Jakarta, ahir pecan lalu.
Stimuo tleh diekspor ke Kamboja sejak 2002 dan Vietnam pada 3004. Adapun tujuan ekspor yang baru adalah Filipina, Myanmar dan Nigeria. Namum Andreas tidak menyebutkan berpa nilai dan volume ekspor ke negara-negara itu.
